Tuesday, September 1, 2009

Jenis Wawancara Kerja

Dalam dunia kerja, dikenal beberapa tipe wawancara kerja sebagai
berikut:



Wawancara Seleksi (Screening Interview). Jika pelamar atau kandidat
untuk menduduki jabatan berjumlah lebih dari satu orang maka
dilakukan wawancara kerja untuk menyeleksi siapa diantara kandidat
tersebut merupakan kandidat yang paling qualified sehingga bisa
dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Wawancara seleksi biasanya
berlangsung singkat antara 15 – 30 menit.



• Wawancara Telepon (Telephone Interview). Demi menghemat biaya
dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan wawancara kerja
melalui telepon. Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi sewaktu-
waktu, sebab seringkali recruiter tidak memberikan pilihan bagi
pelamar untuk menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai melalui
telepon.

• Wawancara di Kampus / Sekolah (On-Campus Interview) . Meskipun
tidak banyak perusahaan yang melakukan wawancara kerja di kampus,
namun untuk perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari para lulusan
untuk dilatih lebih lanjut, cara ini dinilai sangat efektif karena
memberikan akses bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan kandidat
terbaik yang mungkin sangat sulit diperoleh jika menunggu para
kandidat tersebut datang melamar.

• Wawancara di Pameran Kerja (Job Fair Interview). Pameran
kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan dengan para pencari
kerja. Pada pameran kerja biasanya, perusahaan memberikan berbagai
informasi mengenai perusahaannya, menerima surat lamaran dan CV dari
pengunjung (pencari kerja), bahkan tidak jarang para recruiter
langsung melakukan wawancara di stand (booth) mereka. Di Indonesia
memang pameran seperti ini masih sangat jarang dilaksanakan jika
dibandingkan dengan pameran otomotif, rumah maupun furniture.

Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview). Ketika seorang
kandidat telah lolos dalam tahap wawancara seleksi, seringkali
perusahaan mengundang kandidat tersebut untuk melihat secara langsung
lokasi kerja. Pada kesempatan tersebut recruiter biasanya langsung
melakukan wawancara secara mendalam. Bagi pelamar yang belum memiliki
pengalaman kerja pada lokasi yang lingkungannya kurang lebih sama,
wawancara kerja di lokasi mungkin bisa terasa menakutkan karena
mungkin harus melakukan perjalanan dan berada di wilayah yang tidak
ia kenal.

• Wawancara Kelompok (Panel or Group Interview). Wawancara
kelompok adalah suatu jenis wawancara kerja dimana para pewawancara
(recruiter) terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih. Biasanya wawancara
jenis ini dilakukan jika perusahaan memandang bahwa pelamar sudah
hampir memenuhi syarat untuk diterima bekerja. Biasanya para penanya
dalam wawancara inilah yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah
pelamar akan diterima bekerja atau tidak.

Wawancara Kasus (Case Interview). Wawancara kerja jenis ini
menekankan pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap
suatu kasus tertentu. Biasanya dalam wawancara kasus, pelamar diminta
untuk berperan sebagai pemegang jabatan yang ditawarkan, lalu
diberikan sebuah kasus untuk dicarikan solusinya.

Pertanyaan-Pertanyaan Umum



Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara
kerja sangat tergantung pada teknik apa yang digunakan oleh si
pewawancara. Jika menggunakan teknik wawancara kerja tradisional maka
pertanyaan-pertanyaan yang seringkali diajukan adalah sebagai berikut:

Jelaskan pada saya bagaimana anda menggambarkan diri anda?

• Apa kelebihan dan kekurangan anda?

• Apa saja prestasi yang pernah anda raih pada pekerjaan yang
terdahulu / ketika sekolah?

• Mengapa anda berhenti dari perusahaan yang lalu?

• Apa tugas-tugas anda pada pekerjaan yang lalu?

• Darimana anda mengetahui perusahaan ini?

• Mengapa anda tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?

• Jika anda diterima bekerja untuk jabatan ini, apa yang akan
anda lakukan?

• Apa itu professionalisme menurut anda?

• Apa itu teamwork menurut anda?

Apa hoby anda?



Dalam wawancara yang menggunakan teknik wawancara kerja behavioral,
maka pertanyaan-pertanyaan di atas seringkali ditambahkan dengan
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:



• Ceritakan pada saya/kami kapan anda mengalami suatu situasi
yang sangat tidak menyenangkan dan bagaimana anda berhasil keluar
dari situasi tersebut.

• Ceritakan pada saya/kami bagaimana anda meyakinkan klien
anda ketika anda melakukan presentasi.

• Coba anda ceritakan bagaimana anda mengatasi situasi dimana
anda harus melakukan banyak tugas dan anda harus membuat prioritas
tugas mana yang harus didahulukan.

• Bisakah anda ceritakan keputusan apa yang paling sulit anda
buat dalam setahun terakhir ini? Mengapa demikian?

• Ceritakan mengapa team anda gagal mencapai target pada
tahun sebelumnya dan bagaimana anda memotivasi team tersebut sehingga
dapat meraih sukses di tahun berikutnya.

• Bagaimana cara anda menyelesaikan konflik? Bisa beri
contoh?

• Bisakah anda ceritakan suatu kejadian dimana anda mencoba
untuk menyelesaikan suatu tugas dan ternyata gagal?

Ceritakan apa yang anda lakukan ketika dipaksa membuat suatu aturan
yang tidak menyenangkan bagi karyawan tetapi menguntungkan bagi
perusahaan.



Sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi antara kedua belah
pihak, dalam wawancara kerja si pelamar juga biasanya diberikan
kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu akan sangat
baik jika pelamar mempersiapkan beberapa pertanyaan, misalnya:

• Apa yang diharapkan dari saya jika saya diterima untuk jabatan ini?

• Menurut pengalaman di sini, apa yang merupakan tantangan terbesar
bagi pemegang jabatan ini?

• Apakah ada pelatihan (internal maupun eksternal) yang dapat
membantu saya untuk lebih berperan jika saya diterima bekerja di
perusahaan ini?

Adakah ada hal-hal khusus di luar uraian jabatan yang harus saya
selesaikan dalam waktu tertentu?